Featured Posts

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Tuesday, May 23, 2017

20 Mata-mata CIA Di Habisi Di Tiongkok

Tiongkok Habisi 20 Mata-mata CIA

Dalam Operasi Kontra Intelijen


Washington, (LaskarQQ). Tiongkok membunuh atau memenjarakan setidaknya 20 orang mata-mata yang beker­ja untuk Badan Intelijen Ame­rika Serikat (CIA) dari tahun 2010 sampai 2012, meng­ganggu operasi intelijen AS besar-besaran yang asal usul­nya belum diketahui, demi­kian dilaporkan surat kabar AS, The New York Times (NYT), Minggu (21/5).
Penyidik masih berbeda pen­dapatnya apakah ada ma­ta-mata CIA yang mengkhia­nati sumbernya atau apakah pemerintah Tiongkok telah me­retas sistem komunikasi ra­­hasia CIA, surat kabar ter­sebut melaporkan mengutip mantan dan pejabat AS yang aktif.
NYT menambahkan, Tiong­­kok membunuh seti­daknya puluhan orang yang mem­berikan informasi kepa­da CIA dari tahun 2010 sam­pai 2012, membongkar jari­ngan yang dibuat bertahun-tahun dalam pembuatannya.
Satu ditembak dan tewas di depan sebuah gedung pe­me­rintah di Tiong­kok, tiga pe­jabat mengatakan kepada NYT, dan menyatakan bahwa ini dirancang sebagai pesan kepada orang lain bagaimana dampak jika bekerja sama de­ngan Washington.
Penerobosan intelejen ter­sebut dianggap sangat meru­sak, dengan jumlah aset yang hilang menandingi mereka yang berada di Uni Soviet dan Rusia yang tewas setelah infor­masi dikirimkan ke Mos­kow oleh mata-mata Aldrich Ames dan Robert Han­ssen, menurut laporan tersebut.
Ames aktif sebagai mata-mata pada tahun 1980-an dan Hanssen dari tahun 1979 sampai 2001.
CIA menolak berkomentar saat ditanya tentang laporan NYT tersebut.
Operasi kontra intelijen Tiongkok tersebut mulai diketahui pada tahun 2010, ke­tika agen mata-mata Ame­rika mendapatkan informasi ber­kualitas tinggi tentang pe­me­rintah Tiongkok dari sumber-sumber dalam biro­krasi, termasuk warga Tiong­kok yang terganggu oleh ko­rupsi peme­rintah Beijing.
Informasi tersebut didapat­kan NYT dari empat mantan pe­jabat AS.
Namun informasi tersebut mulai berhenti pada akhir ta­hun dan infor­man mulai meng­hilang pada awal tahun 2011, menurut laporan terse­but.
Karena semakin banyak sum­ber yang terbunuh, Biro Investigasi Federal (FBI) dan CIA memulai penye­lidikan ber­sama mengenai penerobo­san itu, memeriksa se­mua ope­rasi yang dijalankan di Beijing dan setiap pegawai Kedutaan Besar AS di sana.
Investigasi tersebut pada ak­hirnya berpusat pada se­orang mantan agen CIA yang bekerja di sebuah divisi yang mengawasi Tiongkok, lapor surat kabar itu, namun tidak ada cukup bukti untuk me­nang­kapnya.
Beberapa penyidik percaya bahwa beberapa warga Tiong­­kok telah meretas sis­tem komunikasi rahasia CIA.
Sementara yang lainnya berpen­dapat bahwa penero­bo­san data intel­lijen tersebut merupakan hasil dari kecero­bo­han mata-mata AS, terma­suk melakukan perjalanan de­ngan rute yang sama ke titik pertemuan yang sama atau bertemu sumber di restoran tem­pat orang Tiongkok me­nanam perangkat pendengar, lapor surat kabar tersebut.
Pada tahun 2013, intelijen AS menyimpulkan bahwa ke­mampuan Tiongkok untuk mengidentifikasi agen inte­lijen AS telah berkurang, lapor surat kabar tersebut, dan CIA telah berusaha mem­bangun kembali jaringan mata-mata di sana.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

LaskarQQ : Ian Bule Inggris: Saya Tak Telantar, Masih Punya Gaji Pensiun

LaskarQQ , Tangerang  - Ian Whiteley (55), bule asal inggris yang diamankan Imigrasi Kota Tangerang membantah hidup telantar di Indonesia...

Image and video hosting by TinyPic